Berita Indonesia

Turun Tipis Harga Minyak Di Perdagangan Asia

Harga minyak mengalami penurunan tipis di perdagangan Asia Jumat, sehari sebelum Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mengadakan pertemuan luar biasa yang memberikan kepada para pedagang harapan bahwa harga minyak yang melemah kemungkinan akan mendekati akhir, kata analis.

Kontrak berjangka utama New York untuk minyak mentah light sweet pengiriman Januari turun 89 sen menjadi 53,55 dolar per barel dari penutupannya 54,44 dolar Rabu di New York.

Pasar Amerika Serikat di mana ditutup pada Kamis untuk hari libur ungkapan terima kasih (Thanksgiving).

"Itu hanya sesaat," kata Tony Nunan, pengusaha minyak internasional Mitsubishi Corp. di Tokyo.

Demikian juga dengan minyak mentah Laut Utara Brent untuk pengiriman Januari turun 48 sen menjadi 52,65 dolar.

"Semua mata sekarang tertuju pada pertemuan informal OPEC di Kairao akhir pekan ini," kata analis pasar minyak Nimit Khamar dari perusahaan pialang Sucden.

"OPEC telah menunjukkan keinginan mereka untuk terus mengurangi produksinya sejalan dengan menurunnya permintaan, jika mereka berhasil menstabilkan harga dan pengurangan produksi akhir pekan ini, dan kemudian pada Desember dapat menempuh beberapa jalan mencapai itu."

OPEC telah mengamati kejatuhan harga minyak dari rekor tertinggi di atas 147 dolar AS pada Juli, memicu kekhawatiran serius di antara para anggotanya tentang menurunnya pendapatan mereka.

Para menteri OPEC di Wina bulan lalu menyepakati penurunan produksi minyak 1,5 juta barel per hari mulai 1 November untuk mengendalikan harga yang terus menurun.

Tetapi, sejak itu harga minyak masih terus menurun, mendekati posisi terendah dalam empat tahun di tengah semakin tumbuhnya kekhawatiran bahwa resesi global dapat menekan permintaan energi, kata para pedagang.

Harga pekan lalu turun di bawah 50 dolar per barel ke tingkat yang tidak terlihat sejak awal 2005 di tengah tumbuhnya kekhawatiran bahwa resesi ekonomi global dapat menekan permintaan energi, kata para pedagang.

Kartel OPEC yang memproduksi 40 persen minyak mentah dunia, dijadwalkan akan bertemu di Kairo Sabtu tetapi presiden OPEC Chakib Khelil, mengecilkan gagasan penurunan produksi yang akan diumumkan di ibukota Mesir itu.

Nunan mengatakan bahwa jika produksi tidak diturunkan pada pertemuan di Kairo, suatu keputusan dapat dibuat pada pertemuan OPEC berikutnya yang ditetapkan 17 Desember mendatang.

Analis pasar minyak Torbjorn Kjus, kelompok jasa finansial terbesar Norwegia DnB NOR, mengatakan OPEC mungkin perlu inisiatif penurunan kuota lagi 1,0-1,5 juta barel per hari sebelum akhir tahun untuk melindungi harga dari kemerosotan lebih lanjut.

Sementara Nunan pekan lalu mengatakan bahwa penurunan mungkin akan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menetapkannya.


Ref : Vibiz Daily-Bisnis

0 comments:

Leave a Reply

Resent Post

RSS Daily News